cerbung gue : AQUAEEN HOUSE-pendahuluan

PENDAHULUAN

Rumah itu besar, megah. Dindingnya berwarna putih. Besarnya kira-kira enam   kali rumah tipe 36. Ada kebun luas mengitari rumah yang tua namun apik terawat itu. Di depannya berdiri angkuh sebuah pagar tinggi. Tinggi sekali pagar itu hingga untuk melihat puncak-puncaknya saja  harus mendongak hingga hampir 120 derajat.

Pagar itu benar-benar membatasi kehidupan dalam rumah itu dengan dunia luar. Pagar itu berwarna coklat kehitaman. Terbuat dari besi baja, dengan diameter masing-masing besinya 1,5-2 cm. Besi-besi itu kemudian disusun sedemikian rupa membentuk pagar kokoh yang menjulang. Bentuknya kaku. Tak terlihat sentuhan seni sama sekali.

Dulu… dulu sekali aku selalu iri melihat rumah ini dan orang-orang di dalamnya. Rumahku dulu letaknya  tak jauh dari rumah megah itu. Jika dibandingkan dengan Aquaenn House, nama rumah megah itu, rumahku tak bisa dibilang menyaingi bahkan menyamai. Rumahku hanya rumah model lama tipe 21 yang sudah cukup untung bisa memuat 2 kamar tidur, ruang tamu yang ukurannya hanya 2X3 meter, dan kamar mandi yang tidak bisa dibilang luas.

Orang tuaku punya sebuah toko sepatu, nama toko itu UNIQUE. Kehidupan kami sangat menyenangkan. Aku anak tunggal. Bunda selalu ada di sampingku. Menemaniku. Bermain bersama-sama denganku. Ayah, dia sangat baik, terlebih ketika dia baru saja pulang dari pabrik sepatu kami yang tidak bisa dikatakan  besar di  Bandung. Saat – saat seperti itu pasti dia selalu merasa bersalah karena telah meninggalkan putri semata wayangnya yang cantik ini dan membawakan untukku sebuah boneka. Hingga kini boneka-boneka itu masih terpajang rapi di almari kamarku.

Hanya sampai segitu ingatan yang kuingat mengenai masa kecilku. Sekarang? Saat ini aku tak perlu iri lagi melihat Aquaeen House. Kenapa? Karena disinilah sekarang aku berada. Aku telah menjadi tuan putri di istana ini.

Aku tinggal di sini sudah sejak umurku delapan tahun, sah sebagai anak Dr. Mahaputra Basla, yah meskipun aku tak mengganti nama belakangku dengan nama Basla. Aku tetaplah Emmanuelle Mineko Raemund. Raemund adalah nama keluarga ayahku. Ya…. …. …. Meskipun dia telah bercerai dengan Bunda dia tetaplah ayahku.

Bunda dan ayah bercerai saat aku berusia sekitar enam tahun. Menurut tante Sisilia, adik Bunda, mereka bercerai karena Bunda menolak ajakan ayah untuk pindah ke Bandung.

Apapun itu, yang pasti aku tahu benar bagaimana kemudian Bunda berjuang menghidupi kehidupan kami. Aku dan Bunda tetap tinggal di Jakarta, sementara Ayah pindah ke Bandung. Sekarang  bahkan Toko Sepatu UNIQUE menjadi salah satu toko sepatu yang banyak di cari di Bandung, Jakarta, serta Medan.

Selain itu merk sepatu QUEEN, yang dibuat ayahku, juga sudah mulai merambah ranah pertarungan Ekspor. Produk QUEEN telah disebar di Inggris, China, Jepang, Thailand, dan masih benyak lagi Negara-negara di eropa, Asia, dan sebentar lagi akan merambah pasar Amerika.

Bunda? Setelah bercerai dari ayah, Bunda lekas mencari pekerjaan sebagai advokat-karena memang dia adalah lulusan Hukum. Tanpa disangka ternyata Bunda mendapat pekerjaan sebagai tim hokum RS Guardi Basla, yang merupakan RS joinan antara Dr. basla dengan Dr. Guardi. Di rumah sakit itulah bunda bertemu dengan papa- Dr. Basla tentunya. Dua tahun kemudian mereka menikah. Dan aku resmi menjadi Emmanuelle Mineko Basla.

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.